Friday, July 8, 2016

Mental Block

Semua Kerja & Usaha sudah dijalani untuk mewujudkan impian untuk menjadi entrepreneur  Sukses, namun pada kenyataannya usaha Anda malah berjalan biasa-biasa saja.
Semangat wirausaha yang menggebu-gebu kadang datang secara tiba-tiba dan biasanya itu terjadi sesaat  setelah mengikut seminar motivasi bisnis. Namun tak bisa dipungkiri, pasti ada saat Anda mengalami penurunan atau demotivasi semangat wirausaha.
Atau Anda sangat menyadari bahwa sudah saatnya Anda memulai bisnis sendiri, bahkan sudah ikut komunitas para pebisnis tapi sudah bertahun-tahun lamanya Anda tidak berani memutuskan untuk keluar dari pekerjaan di perusahaan orang lain.
Bahkan saya ada memiliki sahabat, sudah lebih dari 5 tahun sangat berkeinginan sekali mempunyai usaha atau bisnis sendiri, posisinya dia sampai sekarang masih bekerja di perusahaan milik orang tuanya, Namun hingga detik ini tidak berani memutuskan keluar karena merasa bersalah jika mengambil keuntungan dari produk yang jual.
Bisnis Anda naik turun tidak ada kemajuan yang signifikan, masalahnya bukan karena ketidaktahuan Anda mengenai manajemen, bukan disebabkan anda tidak mengerti soal marketing dan selling. Ini adalah soal mental blok yang selalu menghalangi jalan anda untuk mewujudkan apa yang anda inginkan.
Tidak hanya itu, kadang banyak hal yang tidak Anda inginkan selalu hadir dalam kehidupan kita jadi bukan yang kita inginkan.
Lalu apa yang menyebabkan demikian?
Ternyata tanpa disadari, Anda masih saja menyimpan mental blok dalam kehidupan Anda. Masalah ini sering disepelekan dan diremehkan.
Solusi yang selalu dicari adalah mengikuti berbagai macam seminar motivasi tapi hanya bertahan sesaat setelah itu anda kembali loyo lagi.
Mulai dari sekarang, coba anda renungkan dan temukan, Mental blok apa yang anda simpan dalam diri anda?
“Saya Sudah Melakukan Yang Terbaik”  Penghambat Sukses Anda
Saat Anda mengatakan “Saya sudah melakukan yang terbaik” artinya Anda sudah menutup peluang perbaikan. Ini adalah mental block. Benarkah Anda sudah melakukan yang terbaik? Atau hanya merasa sudah melakukan yang terbaik?
Jika Anda tetap bersikukuh bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik, maka Anda sudah punya cukup alasan untuk tidak memperbaiki ikhtiar Anda dan dengan mudah menyalahkan takdir untuk kegagalan atau kekurangan Anda.
Jika Anda sudah merasa melakukan yang terbaik, maka berhentilah sampai disana usaha Anda. Tidak ada usaha tambahan dan tidak ada lagi bagaimana agar Anda mendapatkan hasil yang lebih baik.
Saya Bingung Mau Melakukan Apa Lagi
Bingung berarti Anda BELUM mengetahuinya. Bukan berarti tidak ada cara lagi untuk melakukan ikhtiar Anda dengan lebih baik lagi. Anda harus bisa membedakahan antara “belum mengetahui” dengan “tidak ada”. Mengatakan ‘tidak ada” itu paling mudah sebab Anda menyalahkan apa-apa yang diluar diri Anda. Dan, Anda memiliki cukup alasan untuk berhenti.
Sementara, saat Anda mengatakan “belum mengetahui” maka Anda membuka diri untuk mengetahui cara yang lebih baik lagi, cara tercepat, cara tercanggih, dan sebagainya.
Sekarang Anda bisa melihat, bahwa mengatakan “saya sudah melakukan yang terbaik”, adalah sebuah tanda ada mental block dalam diri orang tersebut. Mulai sekarang, berhentilah mengatakan itu. Potensi yang diberikan Allah itu sangat dahsyat, kita hanya belum menggalinya.
Anda sudah diberikan nikmat oleh Allah, yaitu potensi diri yang luar biasa besar, namun dengan mudah kita bersikap seolah tidak ada lagi potensi dalam diri yang bisa kita gali.
Pertanyaan-pertanyaan Membuka Mental Block
Sudahkah Anda Melakukan Dengan Keterampilan Yang Tinggi?
Banyak sekali contoh, orang yang memiliki keterampilan tinggi mampu melakukan sesuatu lebih cepat dan lebih baik. Pertanyaannya adalah, sudahkan Anda melatih keterampilan diri Anda yang berkaitan dengan pekerjaan Anda? Sudahkah keterampilan Anda mencapai level tertinggi? Sudahkah Anda melatih diri dengan cara yang benar? Jika sudah, keterampilan apa saja yang sudah Anda latih dan apakah semua keterampilan yang diperlukan sudah Anda latih?
Jangankan sudah melatih, kadang memikirkannya saja tidak!
Sudahkah Semua Ide Anda Gali?
“Bingung, mau melakukan apa lagi?”

Menanam Jahe Merah Mungkinkah Jadi Milyuner ?

Menanam Jahe Merah Mungkinkah Jadi Milyuner ?, judul tulisan ini  koq seperti yang pesimistis ya…tenang dulu.  Bagi saya, lebih baik judul itu yang dipakai, daripada terlalu bombastis.  Judul itu pun bukan berarti tanda seseorang yang pesimistis kan ?  Saya hanya ingin mengajak anda bersikap realistis, menentukan target dulu, mempelajari dan memperhitungkan dulu segala sesuatunya sebelum anda bercita-cita menjadi milyuner dari  menanam jahe merah.  Silahkan baca lanjutan tulisan ini…

Jahe Merah (Nama ilmiah : Zingiber officinale var.rubrum)

Sekarang siapa sih yang tidak kenal JAHE.Tanaman yang sangat populer di Indonesia, sekoteng, bandrek dan wedang adalah beberapa produk minuman yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Hampir setiap malam, terutama di daerah perkotaan, kita sering disapa oleh para penjual keliling minuman tersebut. Atau sekarang coba tengok kalau kita pergi ke mini market atau swalayan, selalu ada produk-produk dengan bahan dasar jahe yang mejeng rapi di rak-rak etalase.
Tidak secara tiba-tiba pamor jahe ini begitu tenar, namun tanaman ini sudah sekian lama diketahui manfaatnya oleh orang tua kita sejak dulu. Pemakaiannya begitu meluas karena ternyata manfaatnya sangat banyak. Tidak hanya dipakai sebagai salah satu bumbu pelengkap masakan saja, namun juga ternyata banyak pula digunakan untuk tujuan di bidang kesehatan, terutama untuk jenis Jahe Merah.
Beberapa manfaat dari  jahe di bidang kesehatan tersebut dapat saya sebutkan sebagai berikut :
  • Sebagai obat herbal
  • Sebagai antioksidan, antiinflamasi, analgesik, antikarsinogenik (anti kanker), dan kardiotonik (penguat fungsi jantung)
  • Pencegah Obesitas
  • Anti diare dan mual
  • Anti hiperlipidemia (lemak berlebih)
  • Melancarkan aliran darah
  • Obat untuk kolesterol
Faktor yang Memungkinkan Budidaya Jahe Merah Menguntungkan
Mari kita urai beberapa yang mungkin akan menjadi faktor menguntungkan atau mendukung keberhasilan budidaya jahe merah
  1. Permintaan terhadap Jahe Merah masih cukup tinggi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.  Silahkan anda browsing dan searching mengenai permintaan produk agro ini.
  2. Tanaman Jahe bisa tumbuh pada ketinggian 0 – 2.000 m.dpl. sehingga cakupan tempat budidaya relatif luas.
  3. Teknis budidaya relatif mudah, dengan menggunakan media tanam di dalam polybag ataupun karung bisa dilakukan. Dengan demikian lahan yang dibutuhkan tidak perlu luas, kita bisa memanfaatkan lahan di pekarangan atau halaman rumah yang tidak produktif. Cara atau teknik budidaya pun sudah banyak tersedia dan banyak dipraktekkan. Anda pun dapat melakukan budidaya jahe merah sistem organik dengan mudah.
  4. Harga jual jahe merah menurut perkembangan pasar saat ini memang tidak setinggi seperti tahun-tahun sebelumnya, namun saya lihat masih memiliki nilai ekonomis. Apalagi bila dilakukan pengolahan jahe menjadi produk turunan, misalnya serbuk jahe dan gula, harganya tentu akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding harga jahe mentah .
  5. Belum begitu banyak yang melakukan budidaya jahe, meskipun di beberapa daerah sudah menjadi komoditi andalan, tengok misalnya di beberapa daerah di Sukabumi, Tasikmalaya atau di daerah Brebes, tanaman ini menjadi salah satu komoditi andalan daerah.
  6. Biaya yang harus dikeluarkan relatif rendah. Kita hanya perlu menyediakan polybag atau karung, tanah, pupuk, dan bibit serta biaya pemeliharaan yang tidak begitu besar, apalagi bila dilakukan oleh kita sendiri.

Hambatan Budidaya Jahe Merah

  1. Kualitas jahe harus benar-benar diperhatikan karena hal ini akan menentukan harga jual. Sekedar info, kualitas jahe Indonesia masih di bawah negara lain (ga percaya ? browsing dong…). Bagaimana cara mengatasinya ? Pola budidaya organik yang telah dilakukan oleh beberapa mitra HCS  terbukti dapat menanggulangi masalah kualitas ini.  Jadi tidak perlu khawatir, kita bisa sharing koq…
  2. Serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit ini akan berhubungan dengan kualitas dan jumlah hasil budidaya. Namun masalah penyakit dapat ditekan dan dicegah apabila teknis budidaya kita mengikuti pola yang benar.
  3. Penjualan hasil budidaya. Hal ini memang menjadi masalah klasik di Indonesia, hampir untuk semua komoditi. Belum ada regulasi yang jelas mengenai sistem penjualan maupun patokan harga.  Tapi ga usah pusing, mengenai penjualan komoditas jahe ini, mungkin anda bisa menjual langsung ke distributor, pasar, industri jamu atau minuman, atau anda menjalin kerja sama dengan kelompok tani jahe misalnya di Sukabumi, Tasikmalaya maupun Brebes yang sudah terlebih dahulu mapan untuk ikutnebeng jual. Yang penting, kita harus usahakan mendapatkan harga beli yang layak dan masih mempunyai nilai ekonomis sedang-tinggi. Ironis memang, sebagai contoh, minggu kemarin saya pergi belanja ke sebuah swalayan terkenal, iseng-iseng lihat harga jahe gajah yang dijual Rp. 19.850,-/kg, kemudian iseng juga nelpon ke ‘pengepul jahe’ yang ternyata menerima jahe gajah dengan harga beli Rp. 8.000,- saja……hadduh

Teknis Budidaya Jahe Merah

Setelah menimbang mengenai peluang dan kemungkinan hambatannya, mari kita pelajari teknis budidaya tanaman yang satu ini agar kita sama-sama mendapat gambaran umum yang lebih lengkap.  Banyak pola tanam yang bisa kita terapkan, di sini saya akan coba bahas teknis budidaya organik jahe merah menggunakan pola HCS.  Namun sebelumnya coba kita pelajari secara umum karakteristik tanaman jahe berikut ini :
Syarat tumbuh :
  •  Iklim : Tanaman jahe memerlukan curah hujan antara 2.500-4.000 mm/thn
  • Pada umur 2,5 – 7 bulan perlu cukup sinar matahari. Artinya, tanaman ini harus berada di tempat terbuka agar cukup sinar matahari sepanjang hari
  • Suhu udara yang optimal adalah 20 – 35 derajat Celcius
  • Secara umum dapat tumbuh pada keasaman tanah dengan pH 4.3 – 7.4, kecuali untuk jenis Jahe Gajah pada pH 6.8 – 7.0
  • Tumbuh baik pada tanah subur dan gembur, serta banyak mengandung humus

Persiapan Bibit atau Benih Jahe Merah

Kita dapat melakukan penanaman dari bibit jahe merah yang sudah siap tanam atau sudah bertunas antara 5-10 cm.  Namun apabila tidak tersedia, kita dapat menyemaikan bibit dari bentuk rimpang.  Apabila menyemaikan sendiri, perhatikan kualitas rimpang yang akan disemaikan.  rimpang untuk disemaikan haruslah berasal dari induk yang cukup tua umurnya, permukaan rimpang mengkilat dan tidak cacat serta tidak terlihat ada bekas diserang hama.

1. Teknik Persiapan Rimpang

Rimpang yang akan disemaikan (tentunya setelah diseleksi), dibersihkan dan kemudian dijemur namun hati-hati jangan terlalu kering. kemudian…..
  • Simpan selama 1 – 1.5 bulan.
  • Patahkan rimpang dengan tangan, yang mana setiap potongan tadi memiliki 3 – 5 mata tunas, kemudian dijemur kembali selama 1/2 sampai 1 hari (lihat cuaca).
  • Masukkan potongan rimpang tersebut ke dalam karung
  • Buat larutan PHEFOC HCS, dengan dosis : 1 tutup botol PHEFOC dilarutkan ke dalam 14 liter air, kemudian ditambah 2 sendok makan gula pasir, aduk sampai rata dan biarkan selama 15 menit.
  • Potongan rimpang yang sudah dalam karung kemudian dicelupkan ke dalam larutan PHEFOC selama 15 menit. Angkat dan tiriskan. Tujuan perendaman dengan PHEFOC adalah agar bibit terbebas dari patogen asal penyakit dan memiliki daya tahan lebih tinggi untuk mendapat serangan penyakit, ya mirip di-immunisasi dulu lah…
  • Selama menunggu proses ‘pe-nirisan’, buatlah larutan SOT HCS dengan dosis : 5 tutup botol SOT dilarutkan ke dalam 14 liter air, dan ditambahkan pula 3 sendok makan gula pasir. Aduk hingga rata dan biarkan selama 15 menit
  • Setelah cukup ditiriskan, bakal bibit tadi kemudian direndam selama kurang lebih 6 jam dalam larutan SOT HCS yang telah dibuat tadi.  Tujuan perendaman dengan SOT adalah agar nantinya bibit dapat tumbuh dengan baik dan sehat terutama pada saat-saat awal penanaman
  • Setelah 6 jam, karung berisi benih tersebut kemudian ditiriskan sampai kering. Dan benih sudah siap untuk disemaikan.

2. Teknik Penyemaian Rimpang

Beberapa cara dapat dilakukan untuk penyemaian bibit jahe dari rimpang ini. Dengan menggunakan sistem kotak kayu atau dengan cara membuat bedengan.  Kali ini saya ulas penyemaian dengan memakai kotak kayu.
  • Buat kotak kayu dengan ukuran misalnya 50 x 100 cm dengan tinggi 10 cm. Bentuknya seperti nampan. Tahu nampan kan ?
  • Buat campuran tanah untuk media semai dengan bahan campuran : tanah dan pupuk bokashi (lihat cara membuat Pupuk Bokashi), perbandingannya adalah tanah : pupuk bokashi = 3 : 1
  • Kemudian campuran tanah tersebut masukkan ke dalam kotak dan disebar secara merata
  • Benamkan potongan-potongan rimpang jahe ke dalam tanah tersebut. Kemudian tutup tipis dengan tanah atau daun kering
  • Lakukan perawatan dengan cara menyiram media semai tadi dengan air 2 kali sehari
  • Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian berkisar antara 2-4 minggu. Sabaar…

Teknik Penanaman Jahe

Teknik penanaman jahe berikut yang saya pilih adalah dengan memanfaatkan media tanam dalam polybag atau karung.  Di sini saya memilih karung karena kebetulan mudah diperoleh dan murah, meskipun katanya rada-rada rapuh kalau sudah lama, tapi coba saja lah.  Teknik memakai polybag atau karung ini banyak juga yang menyebut sebagai cara budidaya tanaman vertikultur, artinya budidaya tanaman secara vertikal atau bertingkat.

1. Alat dan Bahan

  • Karung (disini saya memakai ukuran 40 x 100 cm), jumlah terserah anda. Saat ini saya siapkan 100 karung
  • Sekop atau cangkul, untuk mengaduk
  • Ember
  • Pupuk Bokashi
  • Tanah

2. Penanaman Bibit

  • Buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3 : 1.
  • Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam karung dengan ketinggian kurang lebih 15 cm atau 1/5 tinggi karung.  Untuk memudahkan, sebelumnya tekuk dulu permukaan karung bagian atas.
  • Ambil rimpang jahe hasil penyemaian, patah-patahkan rimpang jahe tersebut dengan tangan menjadi 2-3 ruas, yang mana setiap ruas minimal terdapat 2 mata tunas
  • Bibit jahe kemudian ditanam 3-5 cm ke dalam tanah dalam karung tadi.  Setiap karung dapat diisi beberapa titik tanam, atur misalnya 2 – 3 titik tanam. Rata-rata sih katanya kira-kira 200 gr bibit cukup untuk satu karung.
  • Atur penyimpanan karung posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah. Buat kolom gundukan tanah memanjang, setiap gundukan kolom bisa diisi 2-3 baris karung. Contoh misalnya seperti pada foto di bawah ini :
 deretan karung-jahe

3. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Jahe

Tahap berikutnya adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman.  Kegiatan ini meliputi penyiraman tanaman, pemberian pupuk dan penanggulangan penyakit
  • Pada tahap awal, lakukan penyiraman air secara teratur dan rutin pagi dan sore selama kurang lebih seminggu, bertujuan agar tunas tidak kering dan layu
  • Selanjutnya, penyiraman dilakukan sehari sekali kecuali pada kondisi kemarau sebaiknya penyiraman dilakukan dua kali
  • Pada usia tanaman 2 – 4 minggu lakukan penyemprotan atau penyiraman dengan fermentasi SOT.  Sebelumnya lakukan fermentasi larutan dengan dosis : 5 tutup botol SOT + gula pasir 3 sdm + urine ternak 2 liter + feses ternak cair 2 liter. Fermentasi dilakukan selama 24 jam, kemudian larutkan dalam 15 liter air. Kemudian baru digunakan untuk menyemprot atau menyiram
  • Penyemprotan dengan SOT bergantian dengan PHEFOC dengan interval 2-4 minggu sekali
  • Pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat keluar rimpang jahe ke permukaan, lakukan penimbunan dengan campuran tanah dan bokashi (perbandingan tanah : bokashi tetap 3 : 1). kurang lebih setinggi 10 cm
  • Selalu lakukan penyiangan media tanam dari hama berupa gulma/rumput agar tidak mengganggu pertumbuhan rimpang
  • Penimbunan dilakukan terus secara berulang sampai  tanaman jahe berusia sekitar 8 bulan atau sampai karung terisi penuh dengan tanah
  • Rata-rata usia optimal penanaman jahe berkisar antara 8 – 10 bulan, ditandai dengan mulai mengeringnya daun
  • Dengan pola tanam seperti ini, diharapkan hasil panen jahe per karung mencapai minimal 10 kg

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama  yang paling sering menyerang tanaman jahe adalah kepik, ulat penggesek akar dan kumbang. Sedangkan penyakit berupa penyakit layu bakteri, busuk rimpang, dan bercak daun. Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jahe merah ini, saya akan coba share dan ulas agak detail nanti di tulisan berikutnya….
Tentang Hama dan Penyakit yang sering menyerang tanaman jahe bisa dibaca DI SINI danDI SINI

Analisa Ekonomi Budidaya Tanaman Jahe merah

Analisa ini saya lakukan secara praktis berdasarkan rencana penanaman pada 100 karung media tanam.  Yang diperhitungkan adalah total biaya yang dikeluarkan meliputi modal awal dan biaya pemeliharaan dibandingkan dengan target pemasukan uang berdasarkan hasil penjualan tanaman jahe.

1. Biaya yang saya keluarkan meliputi :

  • Karung                  : 100 karung x Rp. 600,-     = Rp. 60.000,-
  • Pupuk Bokashi    :                                             = Rp. 50.000,-Karena saya belum mempunyai limbah ternak sendiri, jadi terpaksa saya beli dulu kotoran ternak.
  • Bibit Jahe              :  100 karung x Rp. 1.000   = Rp.100.000,-
  • Pupuk SOT dan PHEFOC                                  = Rp.250.000,-
  • Ongkos kerja : Gratis, kerjain aja dulu sendiri.  Kalaupun minta bantuan, mungkin cukup keluar uang Rp.100.000 untuk pengerjaan membuat campuran tanah dan memasukkan ke dalam karung
  • Lain-lain atau tidak terduga                         = Rp.500.000,-                                                 TOTAL Biaya yang sudah dan akan saya keluarkan  =  Rp. 960.000,-

2.  Hasil Penjualan Jahe Merah

Berdasarkan pengalaman di tempat lain dan informasi dari petani jahe merah yang sudah berjalan. Rata-rata hasil panen jahe merah per karung atau polybag dengan cara di atas dapat mencapai 10-15 kg/karung.  Bahkan ada diantara salah seorang mitra HCS dapat mencapai produksi 20 kg/karung. Di sini, saya berandai-andai panen per karung anggap saja hanya mencapai 5 kg/karung.  Jadi perkiraan total hasil panen 100 karung x 5 kg = 500 kg
Harga per kg Jahe Merah memang fluktuatif dikisaran Rp.10.000 – Rp.15.000,- tergantung pembeli dan kualitas tentunya.  Saya berandai lagi di sini, harga jual yang akan saya perolehanggap saja rendah yaitu Rp. 6.000,-/kg (berdasar informasi pengepul minimal Rp.8.000,-/kg).
  • Hasil penjualan : 500 kg x Rp. 6.000  =  Rp. 3.000.000,-

Keuntungan atau laba : Rp. 3.000.000,- – Rp. 960.000,- = Rp. 2.040.000,-

Parameter kelayakan usaha : B/C rasio  :  3.125, atau anggap saja jelek-jeleknya di 2.0
B/C ratio menunjukkan angka di atas 1, ini menandakan usaha budidaya jahe merah masih termasuk layak.

Gambaran Peluang Usaha

Menurut analisa secara umum di atas, budidaya tanaman jahe merah dengan sistem organik HCS masih layak untuk dilakukan (Benefit Cost ratio 3.125). Karena masih layak, saya sekarang sedang merintis untuk membuktikan aplikasinya langsung, ya semoga saja lancar…
Rencana saya malah akan melakukan penanaman setiap bulan sekali. Kenapa akan saya lakukan seperti itu ? Karena nantinya mulai pada 8 – 10 bulan mendatang, saya berharap bisa panen Jahe setiap bulan. Artinya, mudah-mudahan setiap bulan saya akan mendapat tambahan pemasukan uang minimal  Rp. 2.040.000,-/bulan.
Apabila prospeknya stabil dengan trend yang bagus, kemungkinan saya akan menambah jumlah media tanam lebih dari 100 karung, why not ?  Kalau per karung butuh lahan 1 meter persegi, maka saya akan butuh minimal total 800 meter persegi.  Masih kurang lahan ? Mungkin saya akan coba pola penyimpanan media tanam bertingkat.  Why not II ? Targetnya adalah meningkatkan jumlah hasil panen per karungnya, dengan demikian meskipun harga relatif tetap, saya akan mendapat keuntungan lebih dari jumlah panen yang meningkat. Dan bagi anda yang memiliki lahan 1 (satu) are atau bahkan berhektar-hektar silahkan anda hitung sendiri potensi yang dapat dihasilkan.
Jadi, bagaimana menurut anda ? Menanam Jahe Merah Mungkinkah Jadi Milyuner ?
Jawaban saya sih mungkin saja, sejauh kita berani bekerja keras dan berusaha. Untuk tahap awal, tidak apa-apa lah saya rela jadi Jutawan dulu….hehe.  Next, bukan hal yang tidak mungkin saya jadi seorang Milyuner sukses dari budidaya Jahe Merah !!

Thursday, July 7, 2016

“Jika Belum Menyerah, Kamu Belum Gagal !” Kisah Motivational Dari Film “The Billionaire” Anak Muda Pemilik Makanan Ringan Tao Kae Noi


Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak muda untuk merintis bisnisnya sendiri dan banyak rintangan yang dialami. Itthipat Kulapongvanich merupakan seorang anak SMA yang kecanduan dengan game online namun mempunyai pemikiran dan mindset yang luar biasa sebagai young entrepreneur sehingga dapat melunasi hutang keluarganya sebesar 40 M Bath yang pergi ke Cina dan meninggalkan dirinya sendiri di Thailand.Pernahkah kalian mengalami kegagalan saat membangun sebuah bisnis? Atau pernahkah kalian mengalami frustrasi dan menyerah untuk membangun kembali bisnis Anda? Jika pernah, kalian harus menonton film yang berjudul The Billionaire yang bisa Anda lihat reviewnya di sini
Itthipat Kulapongvanich atau biasa dipanggil “Top” menempuh jalan yang cukup berani yaitu dengan putus sekolah dan kuliah kemudian beralih menjadi seorang penjual kacang (chestnut) di dalam sebuah mall pada umur 17 tahun yang kemudian ia menemukan peluang dengan memproduksi makanan ringan berbahan dasar rumput laut yang tidak asing lagi yaitu “Tao Kae Noi” dan kemudian memasarkan produknya ke sebuah convenience store yang cukup terkenal yaitu 7-Eleven.

Kisah Perjalanan Top

Pada Awalnya yaitu tahun 2004, Top kecanduan sebuah game online yang membuat ia menelelantarkan pendidikannya. Namun dalam game online tersebut ia mampu menghasilkan uang sebesar 400.000 Baht atau sebesar 150 juta rupiah. Karena hobinya dalam bermain game online , ia selalu diremehkan oleh semua guru yang ada di sekolahnya. Setelah itu dia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari sekolahnya tersebut dan beralih menjadi penjual kacang (chestnut) di mall yang sedang menjadi trend di Thailand. Ia menginvestasikan seluruh uang yang ia hasilkan dalam game online ke dalam bisnis kacang tersebut.
kecanduangameSatu tahun kemudian, keluarga Top mengalami sebuah masalah buruk yaitu Ayah dari Top mengalami kebangkrutan sebesar 40 M Baht karena sebuah bad investment. Saat itu seluruh keluarga Top memutuskan untuk pergi atau migrasi ke negara Cina secara permanen untuk menghindari kreditor. Namun Top menolak untung ikut dengan keluarganya ke Cina dan tetap tinggal di Thailand untuk melanjutkan bisnisnya di sana. Meskipun banyak sekali halangan dan tantangan yang datang, Top tidak pernah menyerah dan terus mencari cara dan berkembang untuk mengatasi semua masalah-masalah tersebut. Usaha kacang (chestnut) yang ia dirikan terus berkembang dan dapat menghasilkan pendapatan sebesar 300.000 Baht per bulan. Namun kemudian Tesco management (manajemen di mall tersebut) memutuskan untuk melarang penggunaan mesin panggang untuk kacang tersebut di dalam mall karena membuat atap mall tersebut menjadi sangat kotor. Karena hal itu sales dari penjualan kacang chestnut tersebut pun hancur dan merosot tajam.
p02_2
Pada umur 19 tahun Top mendapatkan sebuah ide saat kekasih atau pacarnya menawarkan sebuah makanan ringan berupa rumput laut kering. Ia merasa makanan tersebut sangat enak dan cukup laris di pasaran , namun belum ada satu orang pun yang mencoba membuat produk tersebut secara retail, melainkan masih sebuah “wholesale” dengan kemasan yang jelek. Akhirnya ia mencoba untuk memulai bisnis makanan ringan berbahan dasar rumput laut tersebut dengan menjual semua harta dan aset terakhir yang ia miliki seperti mobil, komputer, dan mesin pemanggang kacang yang ia punya. Dengan uang terakhir yang ia miliki, ia membeli bahan baku yaitu rumput laut dalam jumlah yang sangat banyak. Namun halangannya tidak berakhir sampai disana, sampai bahan baku yang terakhir Top masih tidak dapat menemukan rasa yang enak untuk makanan ringannya tersebut.
topsecret01
Hingga suatu saat ada sebuah insiden yang membuat Top menemukkan rasa terbaik dari makanan ringan yang ia buat tersebut, yaitu rumput lautnya tidak sengaja terkena air dan terfermentasi yang justru membuatnya enak setelah digoreng. Lalu ia memasarkan produknya ke sebuah convenience store terkenal yaitu 7-Eleven dengan banyak tantangan yang dihadapi. Beberapa bulan kemudian produk yang diberi nama Tao Kae Noi yang berarti “little rich man” itu sukses menjadi sebuah best selling produk dan dijual di lebih dari 3000 cabang 7-Eleven. Dalam 2 tahun Top dapat melunasi hutang ayahnya sebesar 40 juta Baht atau sekitar 15 Milliar rupiah. Saat ini Top menjadi seorang entrepreneur muda paling kaya di Thailand dengan harta sebesar  $ 33.000.000 (440 Milliar rupiah)
Pelajaran penting yang dapat kita ambil dari film ini :
  1. Dia tidak tahu segala sesuatu dalam bisnis namun karena ia terus berusaha, ia menemukan banyak hal, termasuk hal-hal yang berguna dan yang tidak berguna untuknya melalui proses belajar dan gagal.
  2. Dia tetap teguh dan percaya pada pendiriannya, meskipun orang tua dan kekasihnya memberi saran untuk menutup usahanya, namun ia tetap percaya pada keberanian dan ketekunannya.
  3. Ia mencari ide-ide yang ada di sekitar dia dan dapat berguna bagi dia sendiri. Informasi yang ada di dalam isi kepala kita mungkin memang dapat berlebih atau overload , namun kita harus pintar untuk memilih dan menggunakan informasi apa yang dapat berguna untuk kita.
  4. Ia selalu memanfaatkan dan mengembangkan ide yang ada.
  5. Jangan pernah menyerah. Karena di dalam proses bisnis, kita akan menemukan mana yang benar dan mana yang tidak bagi bisnis kita dalam proses tersebut, selama kita tetap dengan pendirian kita di dalam bisnis tersebut.
  6. “Luck is no excuse”. Mungkin keberuntungan atau hoki dapat menjadi faktor dalam suksesnya sebuah bisnis, namun hal itu sangat jarang terjadi tanpa ada nya usaha dan kerja keras.
Inti dari artikel ini adalah apabila kita memiliki sebuah passion dalam sebuah bidang bisnis, jangan pernah menyerah apabila kita mengalami satu atau dua kegagalan dalam proses itu. Banyak yang mengatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk meraih kesuksesan tersebut hanya karena satu atau dua kegagalan yang kita alami.
1. billionaire

NB : Jika teman-teman ingin melihat film ini ,boleh email ke motivatorbisnis88@gmail.com , saya akan membagikan link film ini.

Menghasilkan Uang dari Blog , tidak mudah tapi bisa !!!

Pada zaman sekarang semua orang yang pernah berhubungan dengan internet pasti tau apa itu blog bukan ? Jadi saya tidak akan menjelaskan arti dari blog lagi disini.
Lanjutt...
Ada 2 type orang yang nge-blog menurut saya yaitu :
1.Bermain blog karena hobi
2.Bermain blog karena uang
Biasa type kedua yang akan lebih sukses menghasilkan uang daripada type pertama. Pertanyaan anda kenapa bukan ?? Jawabannya simple saja bro.. orang  yang bermain blog karena hobi sudah terbiasa menulis, type ini hanya perlu menambah beberapa teknik mencari uang saja sedangkan orang yang fokus utamanya adalah uang masih perlu belajar lagi untuk menulis kemudian teknik mendapatkan uangnya. Tapi tetap saja dari kedua type blogger itu , sama-sama bisa mendapatkan uang, yang penting adalah seberapa keras kita berusaha.
ok kita lanjut lagi ya...
Aspek terpenting dalam sebuah blog adalah traffic ... Yap...Banyak penghasilan = Banyak traffic. Itu sudah kodratnya bro, kalo tidak ada traffic yang banyak darimana datangnya penghasilan itu bro..??
Nah tugas kita untuk mencari datangnya traffic dengan membuat artikel berkhualitas . Apakah cukup membuat artikel berkhualitas saja? tentu tidak ! , kalo artikel sudah berkhualitas darimana orang tau artikel anda ? Apakah anda memikirkan sampai kesana ???
Jadi harus bagaimana dunk ? anda harus melakukan promosi.