Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, August 5, 2016

Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa

Seperti kita ketahui bersama bahwa orang Tionghoa yang berada di Indonesia sebagian besar adalah seorang pengusaha. Dan, hebatnya hampir keseluruhan mereka adalah pengusaha yang sukses. Seakan-akan apapun bisnis yang pengusaha Tionghoa kerjakan bisa berjalan dengan baik dan membawanya menuju kesuksesan.

Ada banyak nilai di sini yang bisa kita pelajari dalam sistem atau tata kelola bisnis yang dijalankan oleh pengusaha Tionghoa. Apa saja sebenarnya yang menjadi kunci sukses dalam menjalankan bisnis dari orang Tionghoa tersebut, perhatikan rahasianya di bawah ini.

1. Pembelajaran Bisnis Sejak Dini

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi keluarga Tionghoa ketika menjalankan bisnis keluarga selalu diikutsertakan sejak dini. Bahkan jangan kaget ketika misalnya mereka membuka usaha toko, maka biasanya anak yang menjadi pelayan dan ibu menjaga kasir.
Nah, pembelajaran bisnis seperti ini ternyata sangat efektif dan efisien dalam kultur pengusaha Tionghoa. Sangat bermanfaat bagi anak, nantinya ketika mereka dewasa, mereka sudah sangat memahami seluk beluk bisnis yang dikelola ayahnya. Sehingga ketika dilepaskan pun, mereka tidak kaget lagi.

2. Manajemen Keuangan yang Baik


Ini adalah salah satu kunci usaha yang mungkin jarang dilakukan oleh pebisnis kita. Pengusaha Tionghoa, seberapapun kecil bisnis yang mereka kelola, mereka selalu membuat pembukuan serapi mungkin dan sedetail mungkin.
Mereka menyadari betul bagaimana pentingnya tata kelola keuangan dalam bisnis, sehingga dari sini akan memudahkan setiap langkah bisnis yang mereka akan lakukan. Dengan membiasakan diri membuat catatan keuangan sejak bisnis masih kecil, maka akan semakin memudahkan ketika bisnis menjadi besar suatu saat.

3. Sistem Administrasi yang Rapi

Hampir kita tidak pernah menemui sebuah toko yang dikelola orang Tionghoa kehabisan stok barang. Ini bukti nyata bahwa mereka benar-benar menjaga peluang yang ada, mereka tidak mau peluang meskipun sangat kecil sampai terlepas dari genggaman.
Selain itu, hal ini juga menunjukkan betapa rapinya administrasi yang mereka jalankan. Mereka tahu jika sampai sekali saja tidak bisa melayani pelanggan, maka kredibilitas toko akan menurun di mata pelanggan. Sistem administrasi yang sangat tertata dengan baik bisa menjadi rahasia sukses mereka dalam menjalankan sebuah usaha.

4. Meminimalisir Biaya Hidup

Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh pengusaha Tionghoa ketika mereka menjalankan usaha adalah dengan meminimalisir biaya hidup seminim mungkin. Sebelum mereka benar-benar kaya, mereka akan selalu bertindak dengan hati-hati. Bahkan mereka mampu menekan biaya hidup dengan hanya menggunakan 20% dari penghasilan yang mereka dapatkan.
Mereka tidak akan pernah bersenang-senang sebelum posisi usahanya benar-benar aman. Jadi ketika mereka mendapatkan penghasilan 100 juta maka untuk biaya hidup mereka menggunakan yang 20 juta.

5. Keberanian Pengusaha Tionghoa Dalam Mengambil Resiko

Faktor ini juga sangat berpengaruh dalam setiap langkah bisnis yang diambil oleh pengusaha Tionghoa. Mereka memiliki keberanian yang sangat tinggi dalam mengambil sebuah resiko. Namun demikian, tentu setiap keputusan sudah dipikir dengan baik, dengan analisa yang kuat dari pengalaman.
Maka dari itu, spekulasi mereka dalam berbagai bisnis sangat bagus. Intuisi yang kuat ini menunjukkan bahwa mereka memiliki jam terbang yang sangat tinggi dalam membaca peluang. Pengalaman jatuh bangun dalam dunia bisnis yang mereka geluti semakin mengasah kemampuan mereka dalam menganalisa sebuah peluang.

6. Belajar Kepada Siapapun

Kaum Tionghoa ketika mereka sudah memutuskan untuk menjalankan sebuah bisnis, maka mereka akan selalu belajar kepada siapapun. Mereka tidak pernah malu atau segan untuk bertanya pada siapapun yang dianggap bisa memberikan informasi terkait bisnis yang akan mereka jalankan. Daya belajar yang sangat tinggi ini membuat mereka cepat mengetahui informasi penting terkait usahanya. Sehingga membuat usaha yang mereka kelola cepat berkembang dan menjadi besar.

7. Etos Kerja yang Sangat Baik

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kaum Tionghoa dalam bekerja memiliki etos kerja yang sangat luar biasa bagus.
Mereka akan selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab, tuntas dengan integritas yang sangat tinggi. Selain itu keseriusan mereka dalam mencintai pekerjaan menjadikan setiap langkah kerja menjadi menyenangkan. Sehingga hal ini menjadikan mereka semakin semangat setiap hari dalam memajukan bisnisnya.

Monday, July 25, 2016

Kisah Pebisnis Sukses Eka Tjipta Widjaja

Sebagai pebisnis yang sangat sukses, Eka Tjipta atau Oei Ek Tjong adalah inspirasi bagi pebisnis lainnya. Bagaimana tidak, dengan segala keterbatasan yang ada, Eka Tjipta berhasil mengembangkan binsis yang luar biasa dan tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia selama beberapa tahun.


Banyak kisah menarik, inspiratif dan positif yang bisa diambil pelajaran dari cerita perjalanan pria kelahiran Tiongkok ini dalam merintis dan membangun bisnis. Kerja keras dan keuletannya dalam menggapai impian merupakan sebuah makna yang amat berharga untuk kita ambil hikmah dan pelajaran positif.

Pindah ke Indonesia

Kepindahan Eka Tjipta ke Indonesia terjadi pada tahun 1932 saat ia masih berusia 9 tahun. Saat akan pindah ke Makassar, keluarga pria yang lahir tanggal 3 Oktober 1923 ini harus berhutang ke rentenir dan dengan bunga yang tidak sedikit. Hal ini dilakukan karena keluarga Eka adalah keluarga sederhana bukanlah keluarga berada.
Dengan kondisi yang serba kekurangan ini pula akhirnya Eka harus merelakan#pendidikan Eka terhenti sampai tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk membantu orang tuanya dalam melunasi hutang-hutangnya ke rentenir. Dengan bekal sepeda dan barang eceran, Eka kecil pun membantu ayahnya berjualan dagangan kelontong dengan berkeliling menjajakan makanan dari pintu ke pintu.

Mulai Berbisnis

Pada usia 15 tahun Eka mulai berbisnis dengan modal yang seadanya. Dia pun berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir untuk kemudian dia jual lagi secara eceran. Selain jualan gula dan biskuit, beragam pekerjaan dan usaha lain juga pernah ia jalani seperti juga berbisnis minyak kelapa dengan modal 4.000 kaleng minyak kelapa.
Keuntungan yang lumayan pun mulai dirasakan Eka kecil saat berbisnis dan insting bisnis Eka Tjipta mulai tercipta saat itu. Dari keuntungan yang diperoleh inilah, Eka akhirnya bisa sedikit demi sedikit mencicil utang dari rentenir setiap bulannya.

Jatuh Bangun Dalam Bisnis

Meski kemudian bisnisnya pernah terhenti karena adanya pajak yang besar yang ditetapkan Jepang ketika menjajah Indonesia kala itu, namun Eka Tjipta tak mau menyerah. Ia kembali terjun ke dunia bisnis kali ini dengan usaha industri rumahan kembang gula. Dari hasil bisnis tersebut kemudian Eka kumpulkan untuk investasi tanah.
Dari sini, bisnis Eka mulai kembali tumbuh dengan menjadi pengusaha grosir makanan dan minuman yang sukses. Selain menjalakan toko grosir, saat itu Eka Tjipta juga menjadi rekanan CIAD (Corp Intendands Angkatan Darat/TNI) serta menjadi pedagang kopra. Namun tak seberapa lama, Jepang kembali mengeluarkan kebijakan monopoli kopra yang lagi-lagi mengentikan bisnis Eka Tjipta.
Eka kemudian kembali menjajal bisnis usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Saat dalam masa pertumbuhan, lagi-lagi usahanya mengalami kebangkrutan ketika seluruh barang dagangannya di rampas habis-habisan oleh oknum pemberontak Permesta pada tahun 1950.
Inilah bentuk perjuangan jatuh bangunnya Eka Tjipta dalam dunia bisnis yang penuh dengan rintangan. Meski banyak mengalami cobaan yang berat, namun Eka Tjipta tetap tak menyerah dalam berbisnis.

Eka Tjipta Membangun Imperium Bisnis

Pada tahun 1980, Eka Tjipta memutuskan untuk pindah ke Riau dan membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar. Tak tanggung-tanggung, saat itu Eka juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.
Ketika bisnis kelapa sawitnya berkembang pesat, Eka Tjipta pun memutuskan untuk menambah bisnisnya. Maka pada tahun 1981 Pria yang kini memiliki yayasan Eka Tjipta Foundation membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh.
Sukses berbisnis kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja belum puas. Ia kemudian merintis bisnis di bidang perbankan. Eka pun membeli Bank Internasional Indonesia (BII) dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Dalam akuisisi  tersebut, Eka Tjipta lagi-lagi berhasil mengembangkan BII menjadi lebih besar dengan puluhan cabang dan asetnya yang kini mencapai 9,2 trilliun rupiah.
Imperium bisnis Eka Tjipta pun semakin nampak nyata saat Eka Tjipta Widjaja mendirikan pabrik kertas PT Tjiwi Kimia dan mengakuisisi PT Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700 ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinar Mas Group ini juga tercatat telah membangun beberapa gedung seperti ITC Mangga Dua, Green View apartemen yang berada di Roxy, dan juga Ambassador di Kuningan.

Friday, July 15, 2016

10 Tips Sukses Memulai Bisnis untuk Pemula

Kesuksesan adalah hal yang dicari setiap orang. Salah satu cara yang banyak dilakukan orang untuk meraihnya adalah dengan memulai bisnis. Pemikiran untuk menjadi pengusaha sudah menjadi tren di semua kalangan masyarakat, terutama kalangan muda. Oleh karena itu, saat ini banyak orang yang sudah sukses menjadi pengusaha di usia muda. Hal ini memang tidak mengherankan, karena banyak orang yang mulai merasa lelah dan terbatas dengan hanya menjadi karyawan, sehingga pemikiran untuk membuat bisnis menjadi pilihannya.
Untuk sukses memulai bisnis tidak selalu berjalan lancar, diperlukan beberapa keahlian dan langkah yang harus dilakukan dengan benar. Bahkan ada pemikiran yang berkata bahwa tidak semua orang bisa menjadi pengusaha. Tapi sebenarnya, semua orang bisa kok menjadi pengusaha jika kamu mau belajar dan bekerja keras. Scott Gerber adalah seorang pengusaha muda, penulis, dan investor asal Amerika Serikat. Berikut ini adalah 10 tips untuk sukses memulai bisnis untuk pemula oleh Scott Gerber.

1. Fokus pada satu peluang bisnis




Seiring dengan semakin berkembangnya dunia maya, saat ini seakan-akan semua hal dapat menjadi peluang bisnis. Dengan begitu banyaknya peluang yang dapat diambil, mungkin kamu akan bingung dalam memilih satu peluang yang akan dikembangkan. Sehingga banyak orang yang malah mencoba untuk mengembangkan banyak peluang dalam waktu yang bersamaan. Namun apa itu benar? Tidak ada yang benar atau salah, karena semua itu tergantung pada kemampuan setiap orang, namun akan lebih baik jika kamu fokus pada satu peluang saja.
Dengan kamu fokus pada satu peluang, maka seluruh ide dan pikiran kamu untuk mengembangkan bisnis akan lebih terarah. Hal ini akan memudahkan kamu dalam mengeksekusi semua ide-ide tersebut. Mengurus satu bisnis saja sudah sulit, apalagi kalau banyak, ya nggak?

2. Lakukan hal yang kamu sukai

Dalam melakukan apapun juga, jika kita menyukai apa yang kita lakukan, maka kita akan melakukannya dengan sepenuh hati. Bukan karena paksaan sehingga bisa lebih maksimal. Segala pekerjaan jika digeluti dengan sepenuh hati akan membuahkan hasil yang maksimal, karena itulah banyak pekerjaan-pekerjaan yang tidak umum pada saat ini. Namun bagi kamu yang bercita-cita menjadi pengusaha, jangan memulai bisnis hanya karena melihat untung yang besar, terlihat keren, atau karena disuruh. Biasanya, hal yang baik untuk dilakukan ketika memulai bisnis adalah, berdasarkan hobi. Jika hobi kamu adalah fotografi, kamu bisa mulai menjual perlengkapan kamera. Dengan begitu, hobi kamu terpuaskan dan mimpi membuka usaha pun tercapai.

3. Kuasai segalanya tentang bisnis kamu

Di awal memulai bisnis, umumnya jarang ada investor yang berani menaruh uangnya disana. Namun kesempatan itu bisa datang kapanpun, jadi kamu harus kuasai betul segalanya tentang bisnis yang kamu geluti dan selalu siap menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. Hal ini dimaksudkan agar kamu dapat membuat investor yakin bahwa ia menaruh uangnya di tangan yang tepat, yaitu kepada kamu, orang yang paling paham tentang bisnis ini.

4. Selalu mau belajar dari orang lain

Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada orang yang mengetahui segala hal, maka itu sangatlah penting untuk bersikap terbuka pada pandangan atau pemikiran orang lain. Dengan berkonsultasi dengan orang lain seperti mentor, teman, atau orang sukses lainnya, kamu dapat mengambil pelajaran dari apa yang sudah dilakukannya. Pilihlah mentor, teman atau orang yang sudah sukses untuk menjadi penasehat kamu, tempat kamu berdiskusi tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk sukses. Lebih banyak mendengar akan lebih baik daripada lebih banyak berbicara.

5. Hiduplah dengan sederhana

 
Lupakan semua keindahan dari menjadi pengusaha. Mobil mewah, makan mewah, rumah besar, atau segala hal yang menunjukkan kemewahan. Hiduplah dengan pandangan bahwa kamu adalah pemula yang membutuhkan uang untuk sukses. Dengan begitu, kamu akan lebih menikmati proses menuju sukses dan segala hal yang kamu impikan itu akan datang pada saatnya nanti.

6. Belajar dari kegagalan

 
Tidak ada hal yang pasti di dunia ini. Sama halnya dengan dunia bisnis. Ada 2 pilihan dalam hidup kita yang menentukan kesuksesan, yaitu untuk maju atau diam. Jika kamu ingin maju, maka kamu juga harus siap untuk menghadapi kegagalan. Karena tidak semua yang kamu rencanakan selalu berjalan lancar sesuai keinginanmu. Justru kegagalan harus terjadi untuk mengajarkan kamu dan mempersiapkan kamu untuk menjadi orang yang sukses nantinya. Ketika gagal, jangan putus asa, terus mencoba dan belajarlah dari pengalaman itu. Kegagalan itu guru terbaik loh!

Baca Juga: 6 Kebiasaan Orang Sukses Yang Harus Kamu Tiru

7. Tunjukkan bahwa konsep bisnis kamu yang terbaik

 
Yakinlah bahwa tidak ada investor yang mau berinvestasi dalam bisnis kamu, karena mereka belum tahu standar dari konsep bisnis kamu. Oleh karena itu, tunjukkan bahwa konsep bisnis ini akan sangat menguntungkan bagi para investor. Jalankan konsep bisnismu dengan modal seadanya untuk memberi bukti nyata kepada investor. Ketika kamu sudah menunjukkan bahwa konsep kamu yang terbaik, lalu percayalah bahwa para investor yang akan mencari kamu.

8. Jagalah kesehatan

 
Untuk sukses, memang harus bekerja keras, namun jangan lupa bahwa menjaga kesehatan juga tanggung jawab kamu. Dengan kamu menjaga kesehatan, percayalah apapun yang kamu kerjakan akan lebih produktif. Atur pola makan, berolahraga teratur, dan sempatkan waktu untuk beristirahat dari pekerjaan. Bayangkan jika kamu jatuh sakit, tidak ada yang dapat kamu lakukan dengan sempurna. Kesehatan memberi kamu kesempatan untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik. Sebisa mungkin seimbangkan pekerjaan dengan menjaga kesehatan.

9. Buktikan dengan tindakan, bukan dengan kata-kata

Perhatikan apa yang kamu katakan. Katakan hal yang mampu kamu lakukan, jangan terlalu banyak bicara tapi kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Buktikan yang kamu bisa lakukan melalui tindakan, bukan melalui kata-kata, karena dengan kamu bertindak, orang akan lebih bisa menilai hasil kerjamu. Speak less, do more, right?

10. Tahu kapan harus berhenti berusaha

Seorang kapten yang bijak tidak akan tenggelam bersama kapalnya. Itulah pepatah yang menjelaskan bahwa seorang yang bijak adalah orang yang tahu kapan harus berusaha dan kapan harus berhenti. Berhenti berusaha tidak selalu bentuk dari menyerah, terkadang ada hal-hal yang memaksa kamu untuk berhenti, jika tidak kamu akan semakin terpuruk. Demikian juga dalam merintis bisnis. Terkadang, bisnis yang kita mulai tidak membawa kamu kepada kesuksesan, melainkan malah membuat kamu menajdi terpuruk. Ketika situasi itu datang, maka kamu harus tahu kapan harus berhenti. Bersikap bijaksana dan peka terhadap keadaan akan membantu kamu untuk terhindar dari keterpurukan.

Monday, July 11, 2016

Seni Mencari Uang

Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin tetap saja miskin (bahkan semakin miskin)? Jawabannya simpel yaitu karena cara mereka mencari uang sangat berbeda.
Orang miskin selalu berpikir: kaya = banyak uang, sehingga mereka selalu menyalahkan keadaannya (tidak punya banyak uang), mereka menganggap faktor sukses yang paling berpengaruh adalah modal (uang) dan koneksi (kenalan orang kaya/berkedudukan tinggi).
Sayangnya hal itu ada benarnya. Modal dan koneksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesuksesan seseorang (namun itu bukanlah segalanya). Salah satu penyebab utama orang miskin tetap menjadi miskin adalah karena kurangnya akses kedalam suatu sistem/institusi.
Seperti yang kita tahu di Indonesia banyak posisi/jabatan yang didapatkan karena koneksi personal, begitu pula perusahaan rata-rata merekrut seseorang berdasarkan referensi/koneksi ketimbang mencari orang baru yang tidak memiliki hubungan sama sekali. Ditambah lagi orang miskin tidak memiliki akses seperti sekolah ditempat yang ternama (karena mahal), dan terbatasnya koneksi mereka dilingkungan/pergaulan yang sama-sama miskin.
Karena itu modal dan koneksi jelas sangat membantu seseorang dalam mencapai kesuksesan. Tapi bukan berarti orang miskin tidak memiliki kesempatan sama sekali, apa yang sebenarnya jauh lebih penting adalah mental dan kebiasaan.
Modal dan koneksi bisa dicari, namun alasan utama mengapa orang miskin tetap miskin dan orang kaya semakin kaya adalah cara mereka berpikir (mental) dan cara mereka mencari uang (kebiasaan).
Orang miskin tidak bisa mengatur uang


Pada tahun 2005, ada sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang bagaimana jika seorang gelandangan diberikan uang $100.000 (sekitar 1,4 milyar rupiah) dan dibiarkan melakukan apapun yang dia inginkan. Dan ternyata 6 bulan setelah itu, dia kehabisan semua uangnya dan kembali ketempat yang sama seperti sebelumnya.
Mengapa ini bisa terjadi? Karena orang miskin tidak bisa mengatur uang.
Poor people make poor decisions.
Fakta yang mengherankan adalah orang miskin lebih suka mengambil keputusan bodoh yang akan semakin menyakiti keadaan finansialnya, orang miskin lebih sering terjerat narkoba dan obat-obatan, orang miskin lebih sering merokok dan mabuk-mabukkan, orang miskin jarang menabung, suka berhutang dan berjudi.
Sedangkan mereka yang kaya berinvestasi melalui pendidikan, bisnis, menambah aset, dan memperluas koneksi mereka (networking).
Mungkin narkoba dan judi adalah tempat pelarian (masih bisa dimengerti), tetapi yang membingungkan adalah rasio orang miskin yang merokok, mabuk-mabukkan, dan berhutang (gaya hidup) lebih banyak dari orang yang kaya. Jangankan orang miskin, orang kayapun bisa jatuh miskin karena keputusan yang bodoh, lalu kenapa orang miskin masih saja suka mengambil keputusan yang bodoh?
Karena mereka hanya berpikir secara jangka pendek. Ini adalah poin utama dari semua sebab mengapa orang miskin tetap saja miskin, mental orang miskin hanya mencari sesuatu yang sifatnya instan dan praktis (tidak mau ribet), mereka lebih tertarik dengan keuntungan jangka pendek (short-term) daripada berpikir muluk-muluk dengan sesuatu yang belum mereka pahami.
Tidak punya uang hanyalah keadaan sementara, tetapi kemiskinan adalah mental.
Orang miskin terperangkap oleh rasa takut, takut tidak punya uang, karena itulah mereka hanya mencari cara instan (jangka pendek) untuk mendapatkan uang, mereka sangat mudah ditipu dengan iming-iming uang cepat dan mudah.
Aset paling berharga yang dimiliki oleh orang miskin adalah waktu dan tenaga.
Sayangnya aset ini sering dihabiskan sia-sia untuk merasa khawatir dan terjebak dengan skema-skema instan yang tidak menghasilkan apapun. Memang wajar orang miskin lebih sering khawatir seperti memikirkan “besok makan apa” atau “bagaimana nasib keluarga saya”, tetapi rasa khawatir tidak akan pernah menyelesaikan masalah apapun, dan yang lebih buruk adalah uang juga tidak akan menyelesaikan masalah mereka selama mental kemiskinan tersebut masih ada.
Mayoritas orang miskin hanya berpikir mencari uang, uang, dan uang. Tetapi setelah mendapatkannya (uang), mereka tidak tahu harus berbuat apa. Jika orang miskin diberikan uang 1 milyar cuma-cuma, kemungkinan besar mereka akan menghabiskannya begitu saja seperti kasus gelandangan diatas.
Cara Anda menghabiskan uang bisa jauh lebih penting dari cara Anda menghasilkan uang

Bayangkan sekarang Anda memiliki uang 100 juta, apa yang akan Anda lakukan?
Jika Anda tidak tahu, kemungkinan besar Anda akan berakhir seperti kasus gelandangan diatas (kehabisan uang), poor people can’t handle money, ironisnya adalah orang miskin menjadi miskin bukan karena mereka tidak memiliki uang, tetapi karena mereka tidak tahu cara yang benar dalam menghabiskan uang.
Orang bermental miskin terjebak dengan angka (jumlah uang), sehingga mereka melupakan apa yang betul-betul penting yaitu “value”.
Uang hanyalah alat tukar, kekayaan yang sebenarnya adalah value.
Orang bermental kaya dengan uang berapapun akan berusaha menciptakan value. Mereka akan membuat dirinya bermanfaat sehingga orang lainpun rela membayar untuk mendapatkan value yang mereka tawarkan.
Orang kaya menghabiskan uangnya untuk membeli value (aset), value inilah yang nantinya bisa mengembalikan uang yang sudah mereka keluarkan berkali-kali lipat. Mereka berpikir secara jangka panjang (long-term), inilah perbedaan terbesar antara mental orang kaya dan mental orang miskin yaitu visi mereka yang sangat berbeda.
Orang miskin berpikir jangka pendek, mereka mencari uang yang hasilnya bisa cepat didapatkan, membeli produk/barang yang bisa langsung dihabiskan, dan hanya fokus mencari uang sebanyak-banyaknya (terpatok pada jumlah uang, karena berpikir kekayaan adalah memiliki banyak uang).
Sedangkan orang kaya berpikir jangka panjang, mereka tahu uang bukanlah kekayaan yang sebenarnya, mereka mencari value, membeli sesuatu yang bisa menghasilkan value (aset), dan fokus pada memaksimalkan value yang bisa mereka raih.
Lalu bagaimana caranya mencari value tersebut? Pelajarilah seni mencari uang berikut:
Seni mencari uang
Sekarang kita bisa lanjut ketahap berikutnya yaitu perbedaan cara mencari uang (kebiasaan) antara orang kaya dan orang miskin.
Mencari uang = mencari value = mencari sesuatu yang dibutuhkan orang.
You make people need you.
Orang kaya akan membuat dirinya dibutuhkan. Saya katakan “membuat” artinya mereka tidak dibutuhkan sebelumnya tetapi ada cara yang mereka lakukan untuk mengubahnya.
Contoh begini saja, jaman dahulu orang-orang tidak perlu yang namanya handphone, toh orang masih bisa hidup normal tanpa HP, tetapi ada orang-orang (industri) yang membuat HP “seolah” menjadi barang wajib untuk dimiliki sampai-sampai akan sulit sekali hidup dijaman sekarang tanpa HP.
Artinya mereka berhasil membuat dirinya dibutuhkan padahal dulu orang-orang juga tidak begitu butuh yang namanya handphone, keadaan yang semakin mendorong (tuntutan jaman) membuat kita mau tidak mau harus memiliki sebuah handphone untuk bisa hidup layaknya orang normal.
It’s not about money, but needs and value.
Perhatikanlah orang-orang kaya dibutuhkan bukan karena mereka memiliki banyak uang, tetapi karena memiliki banyak value yang diperlukan oleh banyak orang. Jika seorang pengusaha pabrik bangunan tiba-tiba meninggal/bangkrut maka akan ada orang-orang yang terkena imbasnya, karyawan akan kehilangan pekerjaan, pembangunan akan terhambat, pasokan material (supply) akan stuck, dan semacamnya.
Anda harus membuat orang lain membutuhkan Anda, jika tidak, maka cari cara supaya mereka menjadi butuh.
Anda perlu perhatikan 2 hal yaitu:
  1. Relevansi
  2. Kompetisi
(1) Jangan lakukan sesuatu yang tidak dibutuhkan orang termasuk jika itu adalah passion Anda. Alternatif lainnya adalah cari cara supaya passion Anda dibutuhkan orang. Dalam konteks mencari uang, jangan terlalu terpaku pada passion, faktanya dalam hidup Anda bisa memiliki puluhan sampai ratusan passion.
(2) Fokus pada kelebihan Anda, semua orang mencari uang, semua orang berkompetisi membuat dirinya dibutuhkan oleh orang lain, karena itu mereka yang menang adalah mereka yang memiliki kelebihan dibanding yang lainnya (bukan sekedar suka/passion), cari apa kelebihan Anda dan gunakan itu untuk membantu orang lain.
Tanyalah:
  • Mengapa orang lain membutuhkan saya?
  • Jika tidak, bagaimana caranya supaya mereka menjadi butuh?
  • Apa kelebihan yang bisa saya tawarkan?
Kuncinya adalah temukan kelebihan Anda dan buat orang lain membutuhkan kelebihan tersebut (membutuhkan Anda). Jika memang kelebihan tersebut tidak membawa hasil, maka carilah kelebihan yang lain atau kombinasikan dengan apapun yang Anda miliki. Semua orang memiliki lebih dari 1 kelebihan dalam dirinya, karena itu selalu ada kesempatan jika Anda terus belajar dan mencari.
Bagaimana jika kita tidak mampu berkompetisi?
Berarti mental kemiskinan masih tersisa dalam diri Anda, sebagian besar alasan orang miskin tidak pernah bertindak adalah karena mereka menghindari kompetisi, padahal kompetisi akan selalu ada, hidup adalah kompetisi, jangan menghindari kompetisi karena kompetisi adalah hal yang baik.
Ada kompetisi artinya ada sesuatu yang worth to fighting for, tempat terbaik membuka restoran baru adalah disebelah restoran yang sudah sukses. Mereka sudah dengan baik hati membangun audience/pengunjung, yang perlu Anda lakukan hanyalah menjadi berbeda (jika tidak bisa lebih baik) dan tawarkan value lebih yang bisa Anda berikan.
Selama Anda memiliki kelebihan dalam suatu hal, selalu ada cara untuk menjadi berbeda (lebih baik), selalu ada jalan untuk berimprovisasi, terlebih Anda memiliki otak untuk berinisiatif, jadi tidak ada alasan untuk tidak mencoba.
Ingat, tidak ada alasan untuk tidak mencoba. Just try to make yourself useful 

Friday, July 8, 2016

Kisah Restoran McDonalds pertama yang dibangun oleh Ray Kroc

Ray Kroc (5 Oktober 1902 – 14 Januari 1984) adalah seorang pengusaha yang membeli McDonald’s Corporation pada tahun 1955, dan menjadikannya sebagai restoran cepat saji terbesar di dunia. Kroc termasuk salah satu dari 100 orang pendiri dan raksasa industri yang paling berpengaruh versi majalah Time. Kroc juga merupakan pemilik tim baseball San Diego Padres yang berdiri sejak 1974
Tahun kelahiran Ray Kroc adalah masa ketika kegiatan wirausaha mulai berkembang di Amerika Serikat. Ia hidup pada masa yang sama dengan William Durant dan Henry Ford, dua industrialis terkenal AS. Ketika berumur 15 tahun, Kroc mendaftar sebagai sopir ambulance untuk Palang Merah. Dalam tugas dinasnya, ia bertemu dengan Walt Disney, animator AS, yang ketika itu juga masih berumur 15 tahun. Untuk masuk dalam dinas Palang Merah, keduanya terpaksa membohongi penguji tentang umur mereka, karena batas minimal untuk masuk Palang Merah adalah 17 tahun.
Setelah perang berakhir, ia mencoba berbagai usaha untuk mendapatkan uang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang salesman. Barang yang dijualnya adalah gelas kertas yang masih merupakan barang baru ketika itu. Kroc memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan perusahaan ini, ia pun terpilih menjadi salah satu karyawan terbaik di perusahaan. Dalam usahanya menjual gelas kertas, ia bertemu dengan Earl Prince, penemu mixer yang dapat digunakan untuk membuat milkshake.
Pada suatu ketika, penjualan gelas kertas milik perusahaan Kroc menurun sehingga manajemen terpaksa memotong gajinya sekitar 10%. Kroc tidak menerima, karena ia beranggapan bahwa ia bekerja lebih keras dari yang lain—dan memang itu kenyataannya. Merasa takut kehilangan seorang salesman terbaiknya, manajemen pun mengabulkan keinginan Kroc. Namun tak lama kemudian, manajemen malah memotong gaji anak buah Kroc. Kroc berang dan memutuskan untuk keluar dari perusahaan.
Setelah keluar, Kroc berusaha mencari bisnis lain untuk menopang hidupnya. Ia menemui Earl Prince, pria yang pernah ditemuinya ketika berjualan gelas kertas. Kroc kemudian merayu Earl untuk memberinya hak eksklusif untuk memasarkan formula milkshake buatan Earl. Earl mengabulkannya, dan dalam waktu 15 tahun, Kroc berhasil memasarkan produk ini ke seluruh Amerika.
Restoran McDonalds pertama yang dibangun oleh Ray Kroc.
Ketika menjual milkshake ini, ia menyadari bahwa pelanggan terbesarnya datang dari sebuah restoran yang berpusat di California, yang dimiliki oleh McDonald bersaudara. Ia pun terbang ke California untuk melihat bisnis pelanggannya itu. Di sana, ia menemukan bahwa restoran milik McDonald bersaudara telah berhasil mengadopsi sistem lini perakitan untuk membuat burger dan sandwich mereka. Namun sang pemilik, yaitu McDonald bersaudara, tidak memiliki keinginan untuk mengembangkannya lebih jauh. Ray Kroc kemudian mengajukan diri untuk menjadi terwaralaba bagi McDonald. Pada tahun 1954, Ray Kroc membuka McDonald’s pertamanya di Des Plaines, Illinois. Pada tahun 1961, ia berhasil membeli McDonald’s Corporation seharga $2.7 juta dari McDonald bersaudara. Namun di saat bersamaan, kesehatan Kroc semakin memburuk. Ia menderita diabetes dan arthritis.
Untuk meningkatkan profit, Ray Kroc mendirikan Franchise Reality Corporation yang bertugas membeli tanah dan menjualnya ke franchisee McDonald’s dengan sistem kredit. Akhir 1961, Ray Kroc mulai merekurt franchisee secara besar-besaran. Strateginya berhasil, profit perusahaan meningkat. Besarnya pendapatan yang didapatkan McDonald’s mengakibatkan naiknya saham perusahaan di pasar finansial. Modal yang didapatkannya dari pasar finansial kemudian digunakannya untuk menciptakan kampanye iklan yang berfokus memperkenalkan maskot perusahaan—Ronald McDonald.
Meskipun restoran cepat-saji McDonald’s sudah tersebar ke seluruh negeri, Ray Kroc kurang puas dan berniat mengembangkan pasar ke luar negeri. Ia kemudian membuka cabang di lebih dari 65 negara. Di pasar luar negeri, McDonald’s menyesuaikan diri dengan budaya setempat. Misalnya, agar nama restoran mudah diucapkan oleh konsumen Jepang, nama McDonald’s diubah menjadi Makudonaldo. Di India dan Timur Tengah, daging babi tidak dimasukan ke dalam menu.
Pada tahun 1974, Ray Kroc membeli tim baseball San Diego Padres dan membatalkan rencana mereka untuk pindah ke Washington, D.C. Ray Kroc meninggal tahun 1984 pada usia 81 tahun, hanya sepuluh bulan sebelum McDonalds menjual hamburger ke 50 milyar-nya.

Mental Block

Semua Kerja & Usaha sudah dijalani untuk mewujudkan impian untuk menjadi entrepreneur  Sukses, namun pada kenyataannya usaha Anda malah berjalan biasa-biasa saja.
Semangat wirausaha yang menggebu-gebu kadang datang secara tiba-tiba dan biasanya itu terjadi sesaat  setelah mengikut seminar motivasi bisnis. Namun tak bisa dipungkiri, pasti ada saat Anda mengalami penurunan atau demotivasi semangat wirausaha.
Atau Anda sangat menyadari bahwa sudah saatnya Anda memulai bisnis sendiri, bahkan sudah ikut komunitas para pebisnis tapi sudah bertahun-tahun lamanya Anda tidak berani memutuskan untuk keluar dari pekerjaan di perusahaan orang lain.
Bahkan saya ada memiliki sahabat, sudah lebih dari 5 tahun sangat berkeinginan sekali mempunyai usaha atau bisnis sendiri, posisinya dia sampai sekarang masih bekerja di perusahaan milik orang tuanya, Namun hingga detik ini tidak berani memutuskan keluar karena merasa bersalah jika mengambil keuntungan dari produk yang jual.
Bisnis Anda naik turun tidak ada kemajuan yang signifikan, masalahnya bukan karena ketidaktahuan Anda mengenai manajemen, bukan disebabkan anda tidak mengerti soal marketing dan selling. Ini adalah soal mental blok yang selalu menghalangi jalan anda untuk mewujudkan apa yang anda inginkan.
Tidak hanya itu, kadang banyak hal yang tidak Anda inginkan selalu hadir dalam kehidupan kita jadi bukan yang kita inginkan.
Lalu apa yang menyebabkan demikian?
Ternyata tanpa disadari, Anda masih saja menyimpan mental blok dalam kehidupan Anda. Masalah ini sering disepelekan dan diremehkan.
Solusi yang selalu dicari adalah mengikuti berbagai macam seminar motivasi tapi hanya bertahan sesaat setelah itu anda kembali loyo lagi.
Mulai dari sekarang, coba anda renungkan dan temukan, Mental blok apa yang anda simpan dalam diri anda?
“Saya Sudah Melakukan Yang Terbaik”  Penghambat Sukses Anda
Saat Anda mengatakan “Saya sudah melakukan yang terbaik” artinya Anda sudah menutup peluang perbaikan. Ini adalah mental block. Benarkah Anda sudah melakukan yang terbaik? Atau hanya merasa sudah melakukan yang terbaik?
Jika Anda tetap bersikukuh bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik, maka Anda sudah punya cukup alasan untuk tidak memperbaiki ikhtiar Anda dan dengan mudah menyalahkan takdir untuk kegagalan atau kekurangan Anda.
Jika Anda sudah merasa melakukan yang terbaik, maka berhentilah sampai disana usaha Anda. Tidak ada usaha tambahan dan tidak ada lagi bagaimana agar Anda mendapatkan hasil yang lebih baik.
Saya Bingung Mau Melakukan Apa Lagi
Bingung berarti Anda BELUM mengetahuinya. Bukan berarti tidak ada cara lagi untuk melakukan ikhtiar Anda dengan lebih baik lagi. Anda harus bisa membedakahan antara “belum mengetahui” dengan “tidak ada”. Mengatakan ‘tidak ada” itu paling mudah sebab Anda menyalahkan apa-apa yang diluar diri Anda. Dan, Anda memiliki cukup alasan untuk berhenti.
Sementara, saat Anda mengatakan “belum mengetahui” maka Anda membuka diri untuk mengetahui cara yang lebih baik lagi, cara tercepat, cara tercanggih, dan sebagainya.
Sekarang Anda bisa melihat, bahwa mengatakan “saya sudah melakukan yang terbaik”, adalah sebuah tanda ada mental block dalam diri orang tersebut. Mulai sekarang, berhentilah mengatakan itu. Potensi yang diberikan Allah itu sangat dahsyat, kita hanya belum menggalinya.
Anda sudah diberikan nikmat oleh Allah, yaitu potensi diri yang luar biasa besar, namun dengan mudah kita bersikap seolah tidak ada lagi potensi dalam diri yang bisa kita gali.
Pertanyaan-pertanyaan Membuka Mental Block
Sudahkah Anda Melakukan Dengan Keterampilan Yang Tinggi?
Banyak sekali contoh, orang yang memiliki keterampilan tinggi mampu melakukan sesuatu lebih cepat dan lebih baik. Pertanyaannya adalah, sudahkan Anda melatih keterampilan diri Anda yang berkaitan dengan pekerjaan Anda? Sudahkah keterampilan Anda mencapai level tertinggi? Sudahkah Anda melatih diri dengan cara yang benar? Jika sudah, keterampilan apa saja yang sudah Anda latih dan apakah semua keterampilan yang diperlukan sudah Anda latih?
Jangankan sudah melatih, kadang memikirkannya saja tidak!
Sudahkah Semua Ide Anda Gali?
“Bingung, mau melakukan apa lagi?”

Thursday, July 7, 2016

“Jika Belum Menyerah, Kamu Belum Gagal !” Kisah Motivational Dari Film “The Billionaire” Anak Muda Pemilik Makanan Ringan Tao Kae Noi


Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak muda untuk merintis bisnisnya sendiri dan banyak rintangan yang dialami. Itthipat Kulapongvanich merupakan seorang anak SMA yang kecanduan dengan game online namun mempunyai pemikiran dan mindset yang luar biasa sebagai young entrepreneur sehingga dapat melunasi hutang keluarganya sebesar 40 M Bath yang pergi ke Cina dan meninggalkan dirinya sendiri di Thailand.Pernahkah kalian mengalami kegagalan saat membangun sebuah bisnis? Atau pernahkah kalian mengalami frustrasi dan menyerah untuk membangun kembali bisnis Anda? Jika pernah, kalian harus menonton film yang berjudul The Billionaire yang bisa Anda lihat reviewnya di sini
Itthipat Kulapongvanich atau biasa dipanggil “Top” menempuh jalan yang cukup berani yaitu dengan putus sekolah dan kuliah kemudian beralih menjadi seorang penjual kacang (chestnut) di dalam sebuah mall pada umur 17 tahun yang kemudian ia menemukan peluang dengan memproduksi makanan ringan berbahan dasar rumput laut yang tidak asing lagi yaitu “Tao Kae Noi” dan kemudian memasarkan produknya ke sebuah convenience store yang cukup terkenal yaitu 7-Eleven.

Kisah Perjalanan Top

Pada Awalnya yaitu tahun 2004, Top kecanduan sebuah game online yang membuat ia menelelantarkan pendidikannya. Namun dalam game online tersebut ia mampu menghasilkan uang sebesar 400.000 Baht atau sebesar 150 juta rupiah. Karena hobinya dalam bermain game online , ia selalu diremehkan oleh semua guru yang ada di sekolahnya. Setelah itu dia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari sekolahnya tersebut dan beralih menjadi penjual kacang (chestnut) di mall yang sedang menjadi trend di Thailand. Ia menginvestasikan seluruh uang yang ia hasilkan dalam game online ke dalam bisnis kacang tersebut.
kecanduangameSatu tahun kemudian, keluarga Top mengalami sebuah masalah buruk yaitu Ayah dari Top mengalami kebangkrutan sebesar 40 M Baht karena sebuah bad investment. Saat itu seluruh keluarga Top memutuskan untuk pergi atau migrasi ke negara Cina secara permanen untuk menghindari kreditor. Namun Top menolak untung ikut dengan keluarganya ke Cina dan tetap tinggal di Thailand untuk melanjutkan bisnisnya di sana. Meskipun banyak sekali halangan dan tantangan yang datang, Top tidak pernah menyerah dan terus mencari cara dan berkembang untuk mengatasi semua masalah-masalah tersebut. Usaha kacang (chestnut) yang ia dirikan terus berkembang dan dapat menghasilkan pendapatan sebesar 300.000 Baht per bulan. Namun kemudian Tesco management (manajemen di mall tersebut) memutuskan untuk melarang penggunaan mesin panggang untuk kacang tersebut di dalam mall karena membuat atap mall tersebut menjadi sangat kotor. Karena hal itu sales dari penjualan kacang chestnut tersebut pun hancur dan merosot tajam.
p02_2
Pada umur 19 tahun Top mendapatkan sebuah ide saat kekasih atau pacarnya menawarkan sebuah makanan ringan berupa rumput laut kering. Ia merasa makanan tersebut sangat enak dan cukup laris di pasaran , namun belum ada satu orang pun yang mencoba membuat produk tersebut secara retail, melainkan masih sebuah “wholesale” dengan kemasan yang jelek. Akhirnya ia mencoba untuk memulai bisnis makanan ringan berbahan dasar rumput laut tersebut dengan menjual semua harta dan aset terakhir yang ia miliki seperti mobil, komputer, dan mesin pemanggang kacang yang ia punya. Dengan uang terakhir yang ia miliki, ia membeli bahan baku yaitu rumput laut dalam jumlah yang sangat banyak. Namun halangannya tidak berakhir sampai disana, sampai bahan baku yang terakhir Top masih tidak dapat menemukan rasa yang enak untuk makanan ringannya tersebut.
topsecret01
Hingga suatu saat ada sebuah insiden yang membuat Top menemukkan rasa terbaik dari makanan ringan yang ia buat tersebut, yaitu rumput lautnya tidak sengaja terkena air dan terfermentasi yang justru membuatnya enak setelah digoreng. Lalu ia memasarkan produknya ke sebuah convenience store terkenal yaitu 7-Eleven dengan banyak tantangan yang dihadapi. Beberapa bulan kemudian produk yang diberi nama Tao Kae Noi yang berarti “little rich man” itu sukses menjadi sebuah best selling produk dan dijual di lebih dari 3000 cabang 7-Eleven. Dalam 2 tahun Top dapat melunasi hutang ayahnya sebesar 40 juta Baht atau sekitar 15 Milliar rupiah. Saat ini Top menjadi seorang entrepreneur muda paling kaya di Thailand dengan harta sebesar  $ 33.000.000 (440 Milliar rupiah)
Pelajaran penting yang dapat kita ambil dari film ini :
  1. Dia tidak tahu segala sesuatu dalam bisnis namun karena ia terus berusaha, ia menemukan banyak hal, termasuk hal-hal yang berguna dan yang tidak berguna untuknya melalui proses belajar dan gagal.
  2. Dia tetap teguh dan percaya pada pendiriannya, meskipun orang tua dan kekasihnya memberi saran untuk menutup usahanya, namun ia tetap percaya pada keberanian dan ketekunannya.
  3. Ia mencari ide-ide yang ada di sekitar dia dan dapat berguna bagi dia sendiri. Informasi yang ada di dalam isi kepala kita mungkin memang dapat berlebih atau overload , namun kita harus pintar untuk memilih dan menggunakan informasi apa yang dapat berguna untuk kita.
  4. Ia selalu memanfaatkan dan mengembangkan ide yang ada.
  5. Jangan pernah menyerah. Karena di dalam proses bisnis, kita akan menemukan mana yang benar dan mana yang tidak bagi bisnis kita dalam proses tersebut, selama kita tetap dengan pendirian kita di dalam bisnis tersebut.
  6. “Luck is no excuse”. Mungkin keberuntungan atau hoki dapat menjadi faktor dalam suksesnya sebuah bisnis, namun hal itu sangat jarang terjadi tanpa ada nya usaha dan kerja keras.
Inti dari artikel ini adalah apabila kita memiliki sebuah passion dalam sebuah bidang bisnis, jangan pernah menyerah apabila kita mengalami satu atau dua kegagalan dalam proses itu. Banyak yang mengatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk meraih kesuksesan tersebut hanya karena satu atau dua kegagalan yang kita alami.
1. billionaire

NB : Jika teman-teman ingin melihat film ini ,boleh email ke motivatorbisnis88@gmail.com , saya akan membagikan link film ini.